STUDI KOMPARATIF EKSISTENSI SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN MODERN DAN SISTEM PENDIDIKAN SALAFI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN UNTUK MENCETAK SANTRI TAFAQQUH FIDDIN
Keywords:
Pesantren Modern, Pesantren Salafi, Mutu Pendidikan, Tafaqquh fiddin, Pendidikan IslamAbstract
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dan persamaan sistem pendidikan pesantren modern dan pesantren salafi dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk mencetak santri tafaqquh fiddin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif berbasis studi kepustakaan. Fokus penelitian meliputi kurikulum, sistem pembelajaran, orientasi lulusan, faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan dan kebertahanan pesantren, strategi mempertahankan identitas di tengah globalisasi, serta dampaknya terhadap masyarakat Muslim dan sistem pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren modern mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu umum melalui kurikulum formal yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sedangkan pesantren salafi mempertahankan tradisi pengkajian kitab kuning sebagai inti pendidikan. Meskipun terdapat perbedaan dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan orientasi lulusan, kedua model pesantren memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk santri yang memiliki kedalaman ilmu agama, akhlak mulia, dan kemampuan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. Keberlangsungan kedua model pesantren didukung oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman. Temuan penelitian menegaskan bahwa pesantren modern dan salafi sama-sama berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam dan penguatan sistem pendidikan nasional.
Downloads
References
Abuddin Nata. (2005). Pendidikan Islam di Era Globalisasi. Jakarta: Prenada Media.
Aziz, S., & Ma’arif, M. J. (2025). Ulama Regeneration through Tafaqquh fi al-Din in Pesantren Education. Journal of Pesantren and Diniyah Studies, 2(1), 29–38. https://doi.org/10.63245/jpds.v2i1.44
Azyumardi Azra. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos.
Dhofier. (2011). Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES.
Fadjar. (2003). Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta: Insani.
Harmonedi, H., Novita, Y., Hasanah, R., Fajri, S., Putri, A. R., & Misra, M. (2025). Resistance and Adaptation: The Transformation of Pesantren Salafiyah in West Sumatra Between Islamic Scholarly Traditions and the Demands of Modernity. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 6(2), 129–142. https://doi.org/10.35878/santri.v6i2.1926
Hartanto, R., Priyanto, C., & Mustamik, K. (2025). Pesantren dan Perubahan Sosial. TSAQOFAH, 5(2), 1577–1586. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i2.4876
Hasibuan, R., Iqbal, Z. N., Hasibuan, N. A., & Amiruddin, A. (2024). Manajemen Pesantren Modern di Tengah Tantangan Pendidikan: Sebuah Studi Pustaka. Indonesian Research Journal on Education, 4(2), 227–232. https://doi.org/10.31004/irje.v4i2.542
Imron. (2003). Manajemen Pesantren. Malang: UIN Maliki Press.
Nur Syam. (2005). Pesantren dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: LKiS.
Putra, W., Sujirman, S., Riyan, R., Asha, L., Warlizasusi, J., & Fakhruddin, F. (2025). Dinamika Pesantren Modern dan Salafi dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Islam. An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies, 1(1), 37–46. https://doi.org/10.58788/jeis.v1i1.5
Steenbrink. (1986). Pesantren, Madrasah dan Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


